Harga Komputer Tablet Sebaiknya 300 USD:

Geliat komputer tablet semakin seruu, setelah kesuksesan iPad dari Apple Inc yang telah terjual 3 juta unit sejak diperkenalkan tanggal 3 A...

DUKASCOPY TV - Forex Television

dukascopy_tv_banner
  • Cari Berita
  • Member Login
  • OL Support
Google
 
Web Seruu!Com
bungseruu

Bung Seruu

Iklan Seruu

Jadwal Puasa & Sholat 1431 H

Dendeng sapi dicampur daging babi PDF Print E-mail
Keluarga | Kesehatan & Kecantikan

Dendeng sapi dicampur daging babi –diproduksi di Kota Malang– ternyata tak hanya beredar di Jabar tetapi juga di wilayah Jatim. Hal ini terkuak dari hasil uji laboratorium oleh Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan (Dispet) Provinsi Jatim.

Kabaghumas Pemkot Malang, Drs Subkhan, ketika dimintai konfirmasi, mengakui hal tersebut. Dia membeberkan, diketahuinya peredaran dendeng sapi campur babi bermula dari kontak telepon pihak Dinas Pertanian Jabar terkait uji laboratorium dendeng sapi produksi Malang ke Dinas Peternakan Jatim.

Berdasar uji Elisa Dispet Jabar –dengan tingkat akurasi 99 persen– dipastikan dendeng sapi yang diproduksi sejumlah perusahaan di Jatim, termasuk Malang, mengandung daging babi. Menindaklanjuti hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim mengrim sampel ke Dispet Jatim.

Selain itu, Dispet Jatim juga mengadakan razia di Surabaya untuk bakso dan dendeng yang diduga mengandung daging babi. ”Pengiriman sampel dendeng untuk diuji juga dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes, Red) dan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Malang,” ungkap Subkhan.

Dua sampel yang dikirim Pemkot Malang ke Dispet Jatim untuk diuji adalah Dendeng Sapi Istimewa No 1, dan Dendeng Sapi Cap 999, yang diproduksi di Jl Raung no 5 Kota Malang. Hasil uji laboratorium Dispet Jatim No 524.3/017/115.05/2009 tertanggal 31 Maret 2009 menyebutkan, empat dari 10 sampel dendeng sapi yang diuji ternyata positif mengandung daging babi.

”Hasil uji laboratorium menggunakan Biokits Cookied Species Identification Test Kit ini kami terima 2 April lalu,” jelas Subkhan.
Empat dendeng sapi yang positif mengandung daging babi adalah Kumala Asli, Cap Sapi, Dendeng Daging Sapi Istimewa No 1, dan Dendeng Sapi Istimewa Cap 999. Semua diproduksi di Malang.
Pemkot Malang kemudian menggelar rapat koordinasi membahas uji laboratorium Kesmavet Dispet Jatim itu, Selasa (7/4). Hadir dalam rapat koordinasi itu, Direktorat Kesmavet Depatemen Pertanian, drh Dual Rifqi Msi; Kepala Balai Laboratorium dan Rumah Sakit Hewan Dispet Jatim, drh Suminarwati; dan Kabid Kesmavet, drh Erna Ciptaningsih.
Rapat yang dipimpin Asisten II Sekkota Malang, Drs Sutiarsi, ini juga diikuti satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait di lingkungan Pemkot Malang, Ketua MUI Kota Malang, YLKM, dan beberapa lembaga terkait lain.

Hentikan Produksi
Hasil rapat memutuskan sejumlah langkah, di antaranya meminta perusahaan dendeng di Jl Raung 5 menghentikan produksi dan menarik produknya yang telah ada di pasaran. Pemkot Malang juga membuat surat imbauan ke supermarket-supermarket agar memasang label bahwa produk yang dijual mengandung babi atau tidak.

Kini tim gabungan terus melakukan monitoring dan survei terkait produk dendeng sapi yang mengandung babi. ”Pemeriksaan dokumen terkait sertifikasi produk industri rumah tangga dari Dinkes dan SIUP dari Disperindag juga kami lakukan,” papar Subkhan.

Untuk menenangkan masyarakat, pemkot akan mengirim surat ke para camat dan lurah untuk menginformasikan produk dendeng sapi yang mengandung babi sesuai hasil uji laboratorium. Sedangkan Polresta akan melakukan penyidikan. Sebab, produk itu diduga melanggar UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan UU No 7/1996 tentang Perlindungan Pangan.

Geledah Toko
Pihak Polreta Malang, Selasa (7/4), pun melakukan pencarian merek-merek yang dimaksud di pasar. Namun, hasil penyelidikan di supermarket-supermarket besar –seperti Giant, Hiypermarket, Carrefour– hingga pasar-pasar tradisional, tidak dijumpai satupun produk dendeng sapi dengan merek-merek yang sebelumnya dinyatakan positif mengandung daging babi. “Kami mencari di hampir semua pedagang di pasar besar dan tempat-tempat penjualan produk olahan daging seperti supermarket-supermarket, tidak ditemukan produk dendeng sapi dari produk bermerek yang sebelumnya disebut mengandung daging babi,” terang Aiptu Bambang Heryanta, kanit Idik III Polresta Malang.

Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Kusworo Wibowo, menambahkan, pihaknya untuk sementara hanya bisa melakukan proses pencarian barang bukti dendeng sapi yang dicampur daging babi. Jadi, bukan pada proses pengeledahan atau penggerebekan pabrik dendeng sapi yang dicurigai.

Polisi baru akan bergerak melakukan pengusutan lebih dalam jika ada laporan dari pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan keberadaan dendeng sapi yang ternyata mengandung daging babi. Hinga saat ini belum ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan. “Kami baru mengumpulkan bukti-bukti terlebih dulu,” kata Kusworo.

Kapolresta Malang, AKBP DTM Silitonga, menambahkan, polisi siap menindak secara hukum produsen pembuat dendeng sapi bercampur babi jika memang ada unsur pelanggaran pidana, misalnya jika terbukti melanggar UU Kesehatan terkait pembuatan makanan olahan. “Jika ada unsur pidana jelas akan ditindak,” tegasnya.

Sepi Kegiatan
Pantauan Surya, Selasa (7/4), pabrik dendeng di Jl Raung no 5 Malang — memproduksi Dendeng Daging Sapi Istimewa No 1 dan Dendeng Sapi Istimewa Cap 999– terlihat sepi. Menurut Ana, penjaga rumah yang difungsikan sebagai pabrik, produksi dendeng sudah dihentikan sejak 25 Maret lalu oleh sang pemilik, Poerwadi. Tujuh pekerjanya juga sudah dirumahkan.

Secara terpisah, Kristianto, 36 –pemilik industri dendeng sapi Merek Sapi Kumala, di Jl Lingga– memprotes tindakan pemkot yang menyebut dendeng miliknya mengandung babi. Dia menegaskan, hasil Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan (Dispet) Provinsi Jatim, yang dirilis Pemkot Malang, dua hari lalu, menyebutkan dendeng produksinya tidak mengandung babi, atau negatif.

“Ini kan jelas disebutkan negatif, atau tidak mengandung babi,” kata Kristianto sambil menunjukkan laporan hasil pengujian daging dendeng.

Dia mengatakan, sudah beberapa bulan dirinya menghentikan produksi dendeng sapi; kalaupun berproduksi hanya sedikit, hanya sesuai pesanan, sekitar 10 kg. “Peminatnya sudah menurun,” ucap Kristianto beralasan.

Ia meminta pemkot merehabilitasi merek produksinya yang telanjur diumumkan ke media telah mengandung babi karena ada persamaan nama Kumala. Yaitu dengan Merek Kumala Asli, yang terbukti mengandung daging babi.



Tambahkan halaman ini ke situs social bookmarking favorit anda !

Komentar (0)

Subscribe to this comment's feed

Show/hide comments

Tulis Komentar

Kecil | Besar
security image
Tuliskan Kode di Atas


Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
busy
 
solusihp_banner

Follow Seruu!Com :

Facebook Page: 323781725037 FeedBurner: seruu Twitter: bung_seruu
banner_versimobile_seruu